Akibatnya, ia harus menelan kerugian yang ditaksir lebih dari Rp 1 juta.
Meskipun mengalami kerugian, ia tetap menampung hasil panen tomat dari para petani.
Baca Juga:
Peringati Dua Dekade, Perumda Tirta Patriot Luncurkan Inovasi “Tirta Patriot Mobile”
"Kalau gak diambil kasihan petaninya, sementara pas mahal kita juga dikasih," ujarnya.
"Jadi, pas harga murah juga kita harus bantu mereka juga," terus dia.
Marwan berterus terang, jika kejadian seperti ini kerap terjadi di tiap panen raya.
Baca Juga:
PSG Siapkan Dana Fantastis demi Boyong Yan Diomande dari RB Leipzig
"Banyak yang panen, pasar gak mampu menampung, ya akhirnya kebuang," kata dia.
Marwan membeberkan, fenomena tersebut tak hanya dialami dirinya.
"Merata terjadi hampir di seluruh wilayah Lampung Barat," bebernya.