Akibatnya, ia harus menelan kerugian yang ditaksir lebih dari Rp 1 juta.
Meskipun mengalami kerugian, ia tetap menampung hasil panen tomat dari para petani.
Baca Juga:
Ramadhan Sananta Sudah Paham Kekuatan Penang FC, Modal Penting Persebaya di GBT
"Kalau gak diambil kasihan petaninya, sementara pas mahal kita juga dikasih," ujarnya.
"Jadi, pas harga murah juga kita harus bantu mereka juga," terus dia.
Marwan berterus terang, jika kejadian seperti ini kerap terjadi di tiap panen raya.
Baca Juga:
Yahya Zaini Minta Driver Ojol Dilibatkan dalam Penetapan Status sebagai Pelaku UMKM
"Banyak yang panen, pasar gak mampu menampung, ya akhirnya kebuang," kata dia.
Marwan membeberkan, fenomena tersebut tak hanya dialami dirinya.
"Merata terjadi hampir di seluruh wilayah Lampung Barat," bebernya.