Adapun stok pupuk subsidi per 10 April 2022 ada sebanyak 828.393 ton. Stok ini diperkirakan cukup untuk persediaan hingga satu bulan yakni setelah Lebaran.
Stok pupuk subsidi tersebut mencakup pupuk Urea sebanyak 394.444 ton, pupuk NPK sebanyak 224.116 ton, pupuk SP-36 sebanyak 44.284 ton, pupuk ZA sebanyak 94.483 ton, dan pupuk organik sebanyak 71.066 ton.
Baca Juga:
Sekda Sumsel Terima Audiensi Direktur Bank Sampah Indonesia Bahas Program Palembang
Itulah beberapa penyebab mahalnya harga pupuk nonsubsidi yang diperkirakan akan terjadi sepanjang tahun 2022.
Kenaikan harga pupuk ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat petani.
Melonjaknya harga bahan baku di tingkat global menjadi salah satu penyebab utama dari kenaikan harga pupuk di Indonesia tahun ini. [dny]