"Kalau kondisi normal, enam box kontainer saya ini penuh, kalau ditotal semuanya sampai 1 ton," jelas Rusli.
Rusli menuturkan, jika kondisi cuaca tidak normal seperti saat ini, hasil tangkapan ikannya berkurang 50% dari kondisi di saat cuaca normal.
Baca Juga:
Bupati Nias Barat Bantu Biaya Pencarian Nelayan Hilang saat Melaut di Perairan Pulau Asu
"Kalau seperti sekarang ini, melaut juga paling hasilnya berkisar 2-3 box kontainer dengan berat total sekitar 2-3 kwintal," ungkap Rusli.
Meski hasil menipis, Rusli memilih tetap melaut karena dirinya tidak memiliki pekerjaan lain selain menjadi nelayan.
"Tipis hasilnya, tetapi daripada menganggur di rumah," ucap Rusli.
Baca Juga:
Polda Banten Tangkap Tersangka Penyalahgunaan BBM Solar Bersubsidi di Pandeglang
Rusli mengungkapkan, ia melaut mencari ikan sampai di sekitaran Pulau Legundi, Kabupaten Pesawaran, Lampung dan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Meski Gunung Anak Krakatau sedang erupsi, ia tidak merasa khawatir karena jarak antara kapalnya dan lokasi Gunung Anak Krakatau berjarak lebih dari 5 Kilometer.
Tidak hanya Rusli yang merasakan dampak cuaca ekstrem, Kasim (55) nelayan lainya di kawasan Lempasing juga mengaku terdampak cuaca ekstrem.