WahanaNews-Lampung | Mendukung program green energy dan mengurangi polusi udara, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya melakukan energize listrik sebesar 2.500.000 VA untuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
SPKLU milik PT Mayasari Bakti yang akan menjadi charging station bagi 30 unit bus listrik operasional Transportasi Jakarta (TransJakarta).
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
SPKLU di pool bus listrik ini merupakan yang pertama di Indonesia.
Kepala Divisi Teknik Armada PT TransJakarta, Erawan Hermansyah, menyebutkan target tahun 2030 sudah beroperasi 10 ribu bus listrik di Jakarta.
Realisasi pengadaannya saat ini sudah dilakukan bertahap.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Menyambut rencana bertambahnya pengoperasian bus listrik di Jakarta, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan, mengatakan bahwa PLN siap mendukung pemerintah dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik.
PLN siap memastikan tersedianya pasokan listrik maupun model bisnis kerjasamanya.
“Dimanapun SPKLU-nya listriknya pakai PLN, pasokan listrik di Jakarta cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan energi listrik, termasuk untuk pendirian SPKLU ataupun home charging bagi pemilik kendaraan listrik pribadi. Beban puncak tertinggi tahun 2022 sebesar 5.351 MW dan masih ada cadangan daya 2700 MW dari total daya mampu PLN Jakarta, jadi secara pasokan masih aman sekali,” tambahnya.