LAMPUNG.WAHANANEWS.CO, Bandarlampung - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat surplus perdagangan luar negeri Lampung pada Mei 2026 ditopang oleh surplus perdagangan sektor nonmigas sebesar 251,35 juta dolar Amerika Serikat (AS).
"Neraca perdagangan luar negeri di Provinsi Lampung selama Mei 2026 mengalami surplus sebesar 251,32 juta dolar Amerika Serikat," ujar Statistisi Ahli Muda BPS Lampung M Sabiel Adi Prakasa berdasarkan keterangannya secara daring di Bandarlampung, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga:
Sensus Ekonomi 2026, Bupati Tapteng: Bukan Sekedar Rutinitas
Ia mengatakan surplus neraca perdagangan itu di dapat dari nilai impor Lampung di Mei 2026 sebesar 226,21 juta dolar Amerika Serikat, sedangkan nilai ekspor sebesar 477,52 juta dolar Amerika Serikat.
"Nilai ekspor Lampung di Mei sebesar 477,52 juta dolar Amerika Serikat, bila dibandingkan dengan dengan bulan yang sama di 2025 mengalami penurunan 15,53 persen dengan jumlah ekspor di Mei 2025 sebesar 565,33 juta dolar Amerika Serikat," katanya.
Sedangkan dari sisi impor di Mei 2026 Lampung yang mencapai 226,21 juta dolar Amerika Serikat mengalami kenaikan sebesar 27,62 persen dibandingkan Mei 2025 yang nilainya hanya 177,25 juta dolar Amerika Serikat.
Baca Juga:
Kenaikan Harga Beras, Segini Keuntungan yang Diterima Petani!
"Neraca perdagangan Provinsi Lampung selama Mei 2026 yang mengalami surplus sebesar 251,32 juta dolar Amerika Serikat tersebut berasal dari transaksi perdagangan sektor nonmigas senilai 251,35 juta dolar Amerika Serikat, sementara sektor migas mengalami defisit sebesar 0,03 juta dolar Amerika Serikat," tambahnya.
Dia menjelaskan untuk neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung di periode Januari-Mei 2026 mengalami surplus sebesar 1.647,51 juta dolar Amerika Serikat, yang dipicu oleh surplus pada sektor nonmigas sebesar 1.682,71 juta dolar Amerika Serikat. Sementara sektor migas mengalami defisit sebanyak 35,19 juta dolar Amerika Serikat.
"Bila dilihat dari periode Januari-Mei 2026 nilai ekspor Lampung mencapai 2.362,99 juta dolar Amerika Serikat. Dan dari sepuluh barang utama ekspor nonmigas di Januari-Mei 2026 golongan bahan kimia organik mengalami peningkatan tertinggi sebesar 170,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ucap dia.