WahanaNews - Lampung | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memberi sosialisasi serta edukasi penggunaan dan isi ulang kembali (reuse dan refill) produk guna mengurangi timbulan sampah plastik sekali pakai.
"Sosialisasi dan edukasi untuk reuse dan refill produk terus dilakukan bersama dengan pegiat lingkungan kepada masyarakat," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung Emilia Kusumawati, di Bandarlampung, Sabtu (28/1/2023).
Baca Juga:
PUPR Segera Perbaiki Jalan Rusak Jalan Kota Gajah-Simpang Randu di Lampung Tengah
Ia mengatakan, edukasi dan sosialisasi tersebut bertujuan untuk menanamkan kepada masyarakat untuk peduli dan ramah kepada lingkungan.
"Jadi sambil mengedukasi reuse, reduce, refill, recycle kepada masyarakat, diberitahukan juga kepada mereka tentang bahaya dari sampah plastik ataupun mikro plastik bagi lingkungan," katanya.
Menurutnya, meski saat ini di daerahnya belum ada stasiun atau tempat khusus untuk melakukan isi ulang produk guna mengurangi sampah, pihaknya memanfaatkan adanya penggunaan botol air minum (tumbler) sebagai wadah edukasi pengurangan sampah plastik dari ranah terkecil.
Baca Juga:
Soal Jalan Rusak di Lampung, KPK Pastikan Turun Tangan Usut Dugaan Tipikor
"Refill station sebagai alternatif pengurangan sampah plastik belum ada, akan tetapi kita coba kurangi penggunaan plastik dari penggunaan tumbler air minum. Jadi tidak perlu membeli air minum kemasan setiap waktu, namun mengisi ulang air minum untuk mengurangi volume sampah botol plastik sekali pakai," paparnya.
Selain itu, edukasi juga dilakukan untuk meningkatkan keikutsertaan masyarakat untuk aktif mendaur ulang sampah melalui bank sampah.
"Kami juga edukasi untuk masyarakat ini aktif mendaur ulang sampah rumah tangga, dengan bantuan bank sampah. Untuk yang sampah organik bisa dibuat kompos secara mandiri di rumah," ucap dia.