LAMPUNG.WAHANANEWS.CO, Lampung Selatan - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab Lamsel) menyatakan dukungan terhadap rencana investasi pembangunan 110 titik fasilitas pengisian daya kendaraan listrik yang akan direalisasikan oleh PT Rekadaya Indotama (RDI) di wilayah tersebut sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Provinsi Lampung.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Lampung Selatan Tri Umaryani di Kalianda, Lamsel, Rabu, mengatakan rencana investasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong penggunaan energi bersih serta menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan.
Baca Juga:
PLN Mobile Hadirkan Kemudahan Akses SPKLU bagi Pengguna Kendaraan Listrik
“Kami menyambut baik dan siap mendukung percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui kemudahan perizinan serta integrasi tata ruang untuk pembangunan infrastruktur pengisian daya. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong transisi energi bersih, mengurangi emisi karbon, serta memperkuat ketahanan energi nasional,” katanya.
Menurut dia, rencana investasi tersebut dinilai selaras dengan upaya mendorong kemajuan daerah dan membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.
“Tentu ini menjadi peluang yang sangat baik bagi Lampung Selatan. Selain mendukung perkembangan kendaraan listrik, kehadiran fasilitas ini juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat yang berkunjung ke Lampung Selatan,” ujar Tri.
Baca Juga:
Cari SPKLU Makin Mudah, PLN Mobile Jadi Sahabat Pengguna Kendaraan Listrik
Ia menjelaskan, keberadaan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik akan menjadi kebutuhan penting di masa depan seiring meningkatnya penggunaan transportasi berbasis listrik, baik oleh masyarakat umum, pengemudi ojek online, maupun layanan transportasi lainnya.
“Kami sangat menyambut baik rencana ini. Pada prinsipnya akan dikaji lebih lanjut bersama perangkat daerah terkait, khususnya menyangkut asset-aset pemerintah daerah yang berpotensi dimanfaatkan dalam kerja sama tersebut. Kami berharap investasi ini dapat memberikan manfaat bagi kemajuan Lampung Selatan,” katanya.
Sementara itu, perwakilan dari PT Rekadaya Indotama Eggy Hamzah menyampaikan rencana pembangunan sebanyak 110 titik fasilitas pengisian daya kendaraan listrik tersebut akan tersebar di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
Menurut dia PT Rekadaya Indotama saat ini sedang melakukan penjajakan dan pengurusan perizinan pemasangan fasilitas pengisian daya untuk kendaraan listrik roda dua maupun roda empat di sejumlah daerah.
“Kami sedang berkeliling Indonesia untuk mengurus perizinan pemasangan charger kendaraan listrik, baik mobil maupun motor listrik. Saat ini kami ingin menjajaki kerja sama dengan pemerintah daerah untuk penyediaan lokasi penempatan fasilitas tersebut,” ujar dia.
Dia menegaskan, perusahaan membutuhkan lokasi yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Salah satu opsi yang menjadi prioritas adalah pemanfaatan aset milik pemerintah daerah melalui mekanisme kerja sama sesuai ketentuan yang berlaku.
Eggy menyampaikan, skema yang ditawarkan berupa pemanfaatan aset daerah dengan sistem sewa selama lima tahun dan pembayaran dilakukan setiap tahun. Pada tahap awal, fokus perusahaan adalah investasi pembangunan serta pengoperasian fasilitas pengisian daya.
“Kami biasanya melakukan kerja sama selama lima tahun dan pembayaran dilakukan setiap tahun sesuai aturan yang berlaku. Untuk tahap awal ini fokus kami adalah investasi dan pengembangan jaringan terlebih dahulu,” ujar dia.
Selain membangun infrastruktur, PT Rekadaya Indotama juga berencana memberikan layanan pengisian daya gratis bagi pengemudi ojek online selama tiga tahun.
“Program tersebut diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus mengurangi biaya operasional para pengemudi. Perusahaan juga berkomitmen memberdayakan tenaga kerja lokal dalam operasional fasilitas yang akan dibangun. Lampung Selatan menjadi salah satu daerah prioritas dalam pengembangan jaringan yang nantinya terintegrasi dengan wilayah lain di Provinsi Lampung,” ujar dia.
[Redaktur: Amanda Zubehor]